Senin, 09 September 2013

Glend Poluakan Terlantar Akibat Krisis Persija - ( 0L4HRG4 )

TRIBUNNEWS.COM – Krisis finansial yang dialami Persija Jakarta berdampak dalam proses pemulihan pemain.

Salah satu pemain Macan Kemayoran, Glend Poluakan, yang mengalami cedera lutut terkesan diterlantarkan tanpa perawatan medis secara profesional.

Glend mengalami cedera saat Macan Kemayoran mengalahkan Persidafon 1-0 di Stadion Barnabas Youwe, Papua, Minggu (26/5/2013). Pemain kelahiran Manado 5 Nov 1985 tersebut diagnosa menderita cedera meniscus, atau robeknya otot di bantalan sendi lutut.

Fisioterapis Persija Muhammad Yanizar Lubis telah menyarankan manajemen untuk menjadwalkan operasi lutut untuk mempercepat penyembuhannya. Namun, klub belum menyetujui proposal dana yang diberikan pihak rumah sakit.

Setelah sebulan tidak ada perubahan berarti, Glend memutuskan untuk melakukan pengobatan tradisional di kampung halamannya, Manado. Di sana, Glend hanya dibalut dengan racikan berbagai macam dedaunan sebagai obat.

Setelah merasa cederanya mulai membaik dan bisa melakukan jogging ringan, Glend pun kembali ke mes Persija di Pamulang pada awal Juli lalu. Ia mengaku sudah pulih dan tidak sabar untuk bermain kembali.

Yanizar kemudian memeriksa ulang kondisi Glend di rumah sakit. Hasil pemindaian tidak bisa dibohongi. Cedera meniscus mantan pemain PSPS Pekanbaru itu tidak berubah. Kemudian Yanizar kembali menyarankan kepada manajemen agar Glend dioperasi. Akan tetapi, manajemen kembali bergeming.

Merasa tidak mau memberatkan manajemen yang tengah mengalami krisis keuangan, Glend pun memutuskan kembali ke Manado. Ironisnya, haknya sebagai pemain pun tidak dipenuhi manajemen Persija. Bahkan, ia tidak menerima gaji satu bulan.

Seperti diketahui, Macan Kemayoran saat ini tidak memiliki dokter khusus dan praktis menyisakan seorang fisioterapis saja untuk mengatasi cedera pemain.

Pelatih Benny Dolo juga telah meminta kepada manajemen untuk segera menindaklanjuti rencana operasi Glend. Namun, pihak manajemen bergeming.

“Tentu saja kami sudah meminta kepada manajemen untuk segera membiayai operasi Glend. Tapi, belum ada jawaban kepastian. Mungkin persoalan finansial menjadi salah satu kendala,” ujar Benny.

Ketika dikonfirmasi awal Agustus lalu, manajer Persija Ferry Paulus mengaku telah menjadwalkan Glend untuk dioperasi sebelum September. Namun, hingga kini tidak ada tindakan lanjutan untuk menyembuhkan bek sayap 27 tahun itu.

Glend direkrut Persija dari PSPS Pekanbaru pada putaran kedua kompetisi Liga Super Indonesia (LSI), Mei lalu, dengan durasi kontrak empat bulan. Mantan pemain Persibom itu baru dua kali tampil membela Persija sebelum cedera panjang.

Glend sendiri hanya pasrah menunggu kepastian dari manajemen kapan akan dioperasi atau setidaknya menerima haknya sebagai pemain.

“Saya sudah tidak mengharapkan dioperasi karena memahami kondisi klub. Tapi, saya sangat mengharapkan agar gaji saya dibayarkan,” ujar Glend.

Hingga kini Glend memilih menetap di Manado dan fokus memulihkan cedera lutut yang dialaminya dengan cara pengobatan tradisional. Realita ironis bagi pemain yang dikontrak selama empat bulan di tim elite Persija Jakarta.

Kronologis:
• Glend Poluakan direkrut Persija Jakarta sepaket dengan pembelian Rohit Chand dan Muhammad Ilham dari PSPS Pekanbaru. Ketiganya terikat kontrak selama setengah musim atau empat bulan terhitung dari Mei lalu.
• Glend diproyeksikan sebagai pelapis Ismed Sofyan di posisi bek sayap. Selain bisa beroperasi di sektor bek sayap, pemain 27 tahun ini juga bisa memerankan posisi sayap murni di kedua sisi.
• Dua kali tampil membela Persija. Di antaranya, Persija 3-1 Barito Putra 3-1 (15/5) dan Persidafon 0-1 Persija (26/5),
• Glend menderita cedera meniscus, atau robeknya otot di bantalan sendi lutut, saat Persija mengalahkan Persidafon 1-0 di Stadion Barnabas Youwe, Minggu (26/5).
• Disarankan untuk segera dioperasi, namun manajemen tidak menyanggupinya. Glend memutuskan melakukan pengobatan tradisional di Manado.
• Glend Kembali ke Persija awal Juli. Namun, dinyatakan belum pulih total dari cederanya. Merasa frustasi, dirinya kembali ke Manado sambil menunggu kepastian dari manajemen klub Persija terkait jadwal operasi.

Selengkapnya di edisi cetak Berita Kota Super Ball, Senin (9/9/2013)

Baca Juga:

Status Persisam-Persija Usai Pemilukada

Jakmania Tatap Positif Penundaan Jadwal Persija

Tur Persija ke Kalimantan Diundur



YOUR COMMENT