Selasa, 24 September 2013

Obama kedepankan diplomasi dengan Iran - ( 0L4HRG4 )

Presiden Obama

Presiden Obama mengatakan telah meminta Menlu AS untuk menempuh pendekatan diplomatik.

Dalam pidato di Majelis Umum PBB, Presiden Obama mengatakan jalur diplomatik untuk mewujudkan kesepakatan program nuklir Iran harus dicoba.

Presiden Amerika Serikat itu menambahkan negaranya ingin menyelesaikan masalah nuklir secara damai tetapi bertekad mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

“Rintangannya mungkin terlalu besar, tetapi saya benar-benar yakin bahwa jalur diplomatik harus dicoba,” kata Obama di New York.

“Jadi sementara status quo hanya akan semakin mengisolasikan Iran, komitmen sejati Iran untuk menempuh jalan lain akan berdampak baik bagi kawasan dan dunia, dan akan membantu rakyat Iran mewujudkan potensi luar biasa di bidang perdagangan, kebudayaan, sains, dan pendidikan,” tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan telah meminta Menteri Luar Negeri John Kerry untuk menempuh diplomasi guna mencapai kesepakatan dengan pemerintah Iran.

Namun demikian ia menekankan bahwa semua proses yang terjadi tergantung pada Iran.

“Kita seharusnya mampu mencapai resolusi yang menghormati hak-hak rakyat Iran, sementara memberikan rasa percaya kepada dunia bahwa program Iran adalah damai. Tetapi agar berhasil, kata-kata mendamaikan harus diimbangi dengan tindakan-tindakan yang transparan dan dapat dibuktikan,” kata presiden AS.

Ban Ki-moon

Ban Ki-moon mengatakan Rusia harus memenuhi kewajibannya.

Para wartawan melaporkan pidato Obama di Majelis Umum PBB diamati banyak pihak untuk mengetahui apakah menunjukkan tanda-tanda hubungan yang melunak setelah Obama dan presiden baru Iran, Klik Hassan Rouhani, berkomunikasi melalui surat baru-baru ini.

Gedung Putih mengatakan pertemuan kedua pemimpin di sela-sela sidang sejauh ini belum dikesampingkan. Pekan lalu Presiden Hassan Rouhani menegaskan kembali negaranya tidak mempunyai niat membangun senjata nuklir.

Pemerintah Iran selalu menegaskan program pengayaan uranium dilakukan untuk tujuan damai, tetapi Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya khawatir Iran berusaha membangun senjata nuklir.

Sidang Umum PBB dibuka hari Selasa (24/09) oleh Sekjen PBB, Ban Ki-moon. Di antara agenda penting adalah program nuklir Iran dan penggunaan senjata kimia di Suriah.



YOUR COMMENT