Sabtu, 07 September 2013

Porwarnas Banjarmasin, Peluang untuk Kalsel dan Jatim - ( 0L4HRG4 )

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Hajat akbar olahraga dari insan pers yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), segera tergelar kembali di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Pada 13 hingga 20 September mendatang, ‘event’ tiga tahunan Pekan Olahraga Wartawan Nasiona (Porwarnas) berlangsung dengan mementaskan persaingan di 10 cabang olahraga. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan membuka resmi Porwarnas Banjarmasin pada Senin (16/9/2013).

Porwarnas XI-2013 melibatkan ratusan kompetitor dari 34 perwakilan PWI di seluruh Tanah Air. Mereka akan berlomba atau bertanding di cabang olahraga atletik, bulutangkis, biliar, bridge, catur, tenis, tenis meja, voli, sepakbola dan futsal.

Setiap perwakilan PWI tampil atas nama kontingen Seksi Wartawan Olahraga atau Siwo masing-masing daerah. Walau demikian, regulasi memungkinkan tidak mesti wartawan olahraga yang menjadi peserta Porwarnas.

Kendati demikian, setiap peserta adalah anggota PWI, dan bekerja di lingkungan media. DKI JAYA. Menyambut Porwarnas XI-2013 ini, Kontingen Siwo PWI DKI Jaya siap menyemarakkan persaingan dengan berkompetisi di delapan cabor. Dari 10 cabor yang dikompetisikan, Siwo Jaya tak menyertakan wakilnya di biliar dan bridge.

“Kontingen inti Siwo Jaya akan bertolak ke Banjarmasin hari Kamis (12/9;2013) mendatang,” ungkap Hari Buhari, Ketua Siwo Jaya, merujuk pada keikutsertaan kontingennya di cabor atletik, bulutangkis, catur, tenis, tenis meja, voli, sepakbola dan futsal.

Lazim jika keterlibatan insan pers DKI selalu diperhitungkan dalam setiap Porwarnas. Tak terkecuali di Banjarmasin ini. Kontingen Siwo Jaya disebut-sebut sebagai salah satu kandidat peraih medali terbanyak, atau juara umum. Walau demikian, Hari Buhari mau pun Daryadi selaku ‘pimpro’ kontingen Siwo Jaya, bersikap merendah.

“Tentunya asal tidak menjadi juru kunci,” kata Buhari, yang akan bertolak ke Banjarmasin bersama ‘chef de mission’ Hengky Silatang dan Icuk Sugiarto pada Sabtu (14/9/2013).

“Banyak yang mestinya lebih diperhitungkan dibanding kami,” ujar Daryadi, sembari menyebut tuan rumah Kalsel dan Jatim sebagai dua pesaing serius perebut predikat juara umum.

Persiapan yang kurang maksimal, dan minimnya dukungan dana, adalah dua kendala utama yang selalu membayangi kontingen Siwo Jaya dalam setiap keikutsertaannya di Porwarnas. Ke Banjarmasin, kontingen Siwo Jaya hanya mengandalkan donasi dari Konida DKI Jaya sebesar Rp 250 juta. Untungnya, Siwo Jaya masih berhasil menggaet League sebagai aparel resmi, serta adanya dukungan Joma untuk futsal dan Adidas bagi sepakbola.

Dengan alokasi dana Rp 250 juta, cabang sepakbola dan futsal sempat terancam tidak dikompetisikan oleh Siwo Jaya.

MANDIRI

Pada sebagian besar daerah, masalah pendanaan untuk keberangkatan kontingennya ke Porwarnas disebut-sebut tidak terlalu menjadi kendala. Bahkan banyak kontingen Siwo daerah ‘surplus’ karena adanya jalinan kerjasama atau toleransi yang baik dengan otoritas daerah, yang mestinya tidak harus mempengaruhi independensi mereka sebagai pekerja pers.

Tak mengherankan jika tak sedikit kontingen Siwo daerah yang keberangkatannya menuju Porwarnas direstui atau dilepas oleh kepala daerahnya masing-masing. Menurut penuturan wartawan olahraga senior Tubagus Adhi, jika dipersiapkan jauh-jauh hari masalah pendanaan untuk partisipasi di Porwarnas sebenarnya tidak mesti menjadi kendala.

“Banyak cara menuju Roma. Harus digali dan dirumuskan bersama-sama berbagai kiat dalam upaya penghimpunan dana,” jelas Adhi.

Jika direncanakan dan dipersiapkan jauh-jauh hari, setiap kontingen atau Siwo daerah mestinya mampu melakukan penghimpunan dana secara mandiri.

“Jadi tidak mesti harus menganggu otoritas daerah masing-masing. Ini juga menjadi tantangan bagi insan-insan pers khususnya wartawan olahraga untuk belajar berorganisasi dengan segala aspeknya,” urai Adhi, yang juga manajer tim sepakbola Siwo Jaya sejak Porwarnas 2007, Samarinda.

MARGIONO & RAJA PANE

Bersamaan dengan pelaksanaan Porwarnas XI-2013 Banjarmasin, PWI akan menggelar Kongres. Pastinya banyak agenda penting dan strategis terkait kesejahteraan dan independensi insan pers yang akan dibahas, didalami dan diputuskan di Kongres.

Disamping itu, Kongres juga akan menetapkan ketua umum dan pembentukan kepengurusan 2013-2018. Ketua PWI Pusat saat ini, Margiono, disebut-sebut berpeluang untuk kembali menduduki jabatannya.

Pemimpin Grup Rakyat Merdeka itu dinilai banyak melakukan gebrakan pada periode kepengurusan pertamanya. Oleh karena itu pula Margiono yang pernah menjadi Pemred Jawa Pos itu kemungkinan besar akan tetap menempatkan figur-fugur kepercayaannya di posisi strategis pada kepengurusan mendatang.

Termasuk, menunjuk kembali Raja Parlindungan Pane sebagai nakhoda utama atau ketua Siwo Pusat. Jika disesuaikan dengan aturan, Ketua Umum PWI Pusat memang berhak memilih atau menentukan figur-figur untuk menyempurnakan kepengurusannya. Tak terkecuali menetapkan ketua Siwo Pusat yang menjadi ‘penanggung-jawab’ dari penyelenggaraan Porwarnas.

Menurut keterangan, Raja Pane juga termasuk yang diperhitungkan untuk menduduki jabatan sebagai Ketua PWI Jaya. Dia berpeluang menggantikan Kamsul Hasan yang sudah dua periode menjabat dan sesuai peraturan tak bisa dipilih lagi. Posisi ketua PWI Jaya tampaknya kini diperebutkan oleh beberapa figur.

Beberapa nama yang ramai disebut-sebut sebagai alternatif pengganti Kamsul Hasan, antara lain, Daryadi, Agus Baharudin, AA Gungde Ariwangsa, Atman Ahdiat, dan Steven Setiabudi Musa. Kebetulan saja jika kesemua nama di atas berlatar-belakang sebagai wartawan olahraga.

Yang pasti, mereka dari generasi kelahiran 1970-an, sehingga relatif masih ‘muda’ meski sudah mengoleksi jam terbang tinggi. Dari beberapa calon alternatif ketua PWI Jaya di atas, Steven Setiabudi Musa sudah buru-buru menarik diri. .

“Saya sedang fokus menghadapi pencalonan sebagai anggota DPRD Tkt I DKI Jakarta,” sebut Steven, wartawan senior ‘Suara Pembaruan’ dan praktisi PDI-P itu. Steven mengkhawatirkan adanya ‘conflict of interest’ jika ia sama-sama maju sebagai ‘ balon’ ketum PWI Jaya dan caleg DPRD DKI Jaya.

“Tetapi, saya setuju jika ketua PWI Jaya yang baru dari wartawan olahraga,” tegas Empe, sapaan akrabnya.

Baca Juga:

Adidas Dukung Tim Sepakbola SIWO DKI Jakarta

League Dukung Kontingen DKI Jakarta

Tim Sepakbola DKI Jakarta: Emas Harga Mati



YOUR COMMENT